Pematangsiantar !!! Kompakonline.com – Rapat Kerja Komisi II DPRD Pematangsiantar dengan PD Pasar diwarnai desakan tegas dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait penataan, keamanan pasar, dan kesejahteraan karyawan di Ruang rapat komisi-II, Jumat ( 21 / 11 / 2025 ).
Ketua Komisi II DPRD Pematangsiantar Hendra Pardede menyoroti kesemrawutan Pasar Horas dan mendesak PD Pasar segera melakukan penataan yang komprehensif, meskipun disadari akan menimbulkan “ribut besar”, Tutur Hendra Pardede.
Hendra pardede juga meminta kios darurat di Gedung 4 hanya mengakomodasi pemilik KIP dan penyewa yang terkena bencana untuk mencegah masuknya “pedagang siluman”.
Tambahan terakhir Ketua Komisi-II Hendra pardede menyarankan program mercusuar 2026, seperti pembangunan eskalator atau akses nyaman ke lantai 2 dan 3 untuk menarik pembeli menurutnya.
Isu keamanan pasar juga disorot setelah adanya keluhan kehilangan barang dagangan, Sekretaris Komisi II DPRD Pematangsiantar Darson rajagukguk mempertanyakan peran petugas malam.
Darson rajaguguk mempertanyakan kesejahteraan, mengapa Jaminan Hari Tua (JHT) dan kesehatan belum diterima semua karyawan, termasuk yang telah bekerja lama.
Sedangkan Anggota Komisi II DPRD Pematangsiantar Fahmi Siregar juga menyarankan agar PD Pasar Horas Jaya merencanakan untuk menganggarkan promosi pasar dengan melibatkan influencer atau generasi milenial agar Pasar Horas menjadi ikon kota.
Untuk Pembangunan kios darurat di Gedung 4 sudah mencapai tahap pembuatan lantai hal itu disampaikan Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Bolmen Silalahi. Pedagang yang terregistrasi (525 pemilik KIP) direncanakan masuk pertengahan hingga akhir Desember.
Retribusi bagi pemilik KIP di kios darurat ditetapkan harian sekitar Rp1.000 per hari atau Rp30.000 per bulan, yang diharapkan menutupi biaya pemeliharaan dan keamanan.
Menurut Bolmen Silalahi “Retribusi Rp30.000 per bulan sudah murah”.
Dirut PD Pasar mengakui kesulitan keamanan karena kutipan jaga malam dihapuskan sejak 2016. Saat ini, petugas honorer jaga malam hanya dua orang dengan gaji Rp.600.000 per bulan, dan PD Pasar meminta dukungan dewan untuk menaikkan tarif jaga malam.
Bolmen Silalahi juga sudah mengupayakan Jaminan Kesehatan untuk semua, namun JHT masih dalam proses perencanaan karena harus mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan. ( JS ).







