Pematangsiantar !!! Kompakonline.com – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, Mkn diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Muhammad Hamdani Lubis, SH menghadiri dan membuka Silaturahmi dan Dialog Kerukunan. Kegiatan yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pematangsiantar tersebut berlangsung di Convention Hall Siantar Hotel, Kamis ( 13 / 08 / 2026 ).
Adapun tema kegiatan “Kerukunan sebagai Fondasi Bangsa untuk Membangun Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras”.
Tampak hadir, Kapolres Pematangsiantar diwakili AKP Maxi Manurung, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Kota Pematangsiantar diwakili Amrial Saragih, Ketua FKUB Drs. HM Ali Lubis beserta jajaran, para tokoh agama, tokoh pemuda, dan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Muhammad Hamdani Lubis menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada FKUB Kota Pematangsiantar yang terus berkomitmen menjaga dan memperkuat kerukunan antar umat beragama di Kota Pematangsiantar.
“Kegiatan seperti ini sangat penting, karena kerukunan tidak cukup hanya kita bicarakan, tetapi harus kita rawat melalui komunikasi, silaturahmi, saling menghormati, dan saling memahami. Tema hari ini memiliki makna yang sangat dalam. Pembangunan kota tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan publik, tetapi juga bagaimana kita membangun masyarakat yang hidup dalam suasana aman, damai dan saling menghargai”, katanya.
Dilanjutkannya, Pematangsiantar adalah kota yang sejak dahulu dikenal sebagai kota yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Keberagaman tersebut bukanlah sebuah kelemahan, melainkan kekuatan yang harus kita jaga bersama.
“Perbedaan keyakinan jangan menjadi alasan untuk menjauh, tetapi justru menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghormati, dan memperkuat persaudaraan. Kita patut bersyukur bahwa Kota Pematangsiantar telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu kota yang memiliki tingkat toleransi yang baik. Namun, penghargaan dan predikat tersebut bukanlah akhir dari perjuangan. Justru menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mempertahankan dan meningkatkannya”, jelasnya.
Ia juga mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar tentunya tidak dapat bekerja sendiri.
Dibutuhkan dukungan para pemuka agama, FKUB, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat.
“Saya berharap FKUB dapat terus menjadi ruang bersama untuk berdialog, membangun komunikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana sebelum berkembang menjadi konflik. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar melalui media sosial. Jangan sampai perbedaan pilihan, perbedaan pandangan, maupun perbedaan keyakinan membuat persaudaraan kita menjadi renggang. Mari kita tanamkan semangat ‘berbeda keyakinan, tetapi tetap satu dalam persaudaraan sebagai warga Kota Pematangsiantar”, tuturnya.
Wesly yang diwakili Hamdani mengajak untuk menjadikan kerukunan sebagai kekuatan untuk mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Kepada seluruh peserta dialog, diharapkan kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan gagasan, komitmen, dan langkah nyata untuk terus menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
“Semoga silaturahmi dan dialog yang kita laksanakan hari ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar. Kerukunan kita jaga, persaudaraan kita perkuat, Pematangsiantar semakin hebat”, sebutnya.
Acara dilanjutkan dengan diskusi yang diikuti para tokoh agama. ( HN ).







