Pematangsiantar !!! Kompakonline.com – PMKRI Cabang Pematangsiantar sukses menggelar Masa Bimbingan (MABIM) 2025 pada 13-16 Februari, diikuti mahasiswa Katolik dari berbagai perguruan tinggi. Acara ini menjadi wadah pembentukan kader muda yang berkomitmen dan berdaya saing.
Dengan tema “Membangun Kader Berkomitmen Berlandaskan 3 Benang Merah”, MABIM 2025 menghadirkan pelatihan kepemimpinan, pengembangan karakter, dan diskusi mendalam tentang isu sosial terkini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga refleksi kritis terhadap tantangan pendidikan dan pemberdayaan pemuda di Pematangsiantar.
Michael Josua Sijabat, Ketua Panitia MABIM 2025, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah respons terhadap kondisi pendidikan yang memprihatinkan. “MABIM bukan sekadar acara rutin. Ini adalah panggilan bagi pemerintah kota untuk serius memikirkan masa depan pemuda. Fasilitas pendidikan dan ruang pengembangan diri di Pematangsiantar masih jauh dari memadai. Kami menuntut kebijakan konkret yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggitinggi”, tegasnya.
Maruli Tua Sihombing, Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar 2024 – 2026, menyoroti ketidakpedulian pemerintah daerah. “Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 12, pendidikan adalah urusan wajib pemerintah daerah. Namun, yang kami lihat hanyalah janji-janji tanpa realisasi. Pemuda Pematangsiantar layak mendapat perhatian lebih, bukan sekadar wacana”, ungkapnya.
MABIM 2025 menjadi bukti nyata komitmen PMKRI dalam membentuk kader-kader muda yang tangguh dan kritis. Namun, acara ini juga menjadi alarm bagi pemerintah kota untuk segera bertindak. Pemuda Pematangsiantar menunggu aksi nyata, bukan sekadar retorika.
Maruli menegaskan, “Jika tidak ada perubahan nyata, kami siap mengambil langkah advokasi yang lebih tegas. Masa depan pemuda Pematangsiantar tidak bisa terus diabaikandiabaikan”. ( JS ).







