Pematangsiantar !!! Kompakonline.com -Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, SH menyambut baik rencana pelaksanaan Seminar Anti Narkoba yang akan digelar Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Kota Pematangsiantar.
Dukungan tersebut disampaikan Timbul saat menerima kunjungan Ketua Panitia Seminar Anti Narkoba PIKI Kota Pematangsiantar, Dr Asister Siagian bersama Sekretaris Panitia Erlina Siahaan, S.Pd di ruang kerjanya, Rabu ( 03 / 06 / 2026 ).
Dalam pertemuan tersebut, Asister Siagian menyampaikan bahwa PIKI akan menggelar Seminar Anti Narkoba pada Sabtu ( 13 / 06 / 2026 ) di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari pengurus OSIS tingkat SMA dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pematangsiantar.
Menurut Asister, seminar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan itu rencananya akan menghadirkan narasumber dari unsur aparat penegak hukum dan lembaga terkait, di antaranya Kapolres Pematangsiantar dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar.
“Setelah seminar ini, kami berharap para peserta memiliki pemahaman yang lebih matang tentang bahaya narkoba. Selanjutnya akan dibentuk satuan tugas di masing-masing sekolah untuk menjadi pelopor gerakan anti narkoba di lingkungan pendidikan”, ujar Asister.
Menanggapi hal tersebut, Timbul Marganda Lingga menilai seminar anti narkoba merupakan langkah positif dalam upaya membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Ia mengatakan, Provinsi Sumatera Utara selama ini masih masuk dalam kategori daerah yang rawan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Karena itu, berbagai upaya edukasi dan pencegahan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Seminar seperti ini menjadi langkah awal yang baik untuk mengubah citra negatif Sumatera Utara terkait persoalan narkoba. Yang terpenting bukan hanya pelaksanaan seminarnya, tetapi bagaimana tindak lanjut dari program-program yang dihasilkan nantinya”, kata Timbul.
Ia juga meminta PIKI untuk terus mengawal implementasi program pasca seminar, termasuk pembentukan dan pembinaan satuan tugas anti narkoba di sekolah-sekolah.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari banyaknya peserta yang hadir, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan setelah kegiatan berlangsung.
“Jangan sampai kegiatan ini hanya menjadi seremonial. Harus ada keberlanjutan dan pengawasan agar tujuan menciptakan generasi muda yang sadar akan bahaya narkoba benar-benar dapat terwujud”, pungkasnya. ( HN ).







