Simalungun !!!! Kompakonline.com – Polsek Silou Kahean Polres Simalungun kembali menunjukkan bentuk pelayanan yang berintegritas dan humanis kepada masyarakat, kali ini melalui peran aktif Bhabinkamtibmas dalam membantu pihak sekolah membujuk dua orang murid Sekolah Dasar agar mau kembali melanjutkan pendidikannya.
Hal tersebut disampaikan Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra, SH, MH, dalam laporan resminya kepada Kapolres Simalungun.
“Kami mohon izin melaporkan kegiatan Bhabinkamtibmas Polsek Silou Kahean, Aiptu Dodi H. Saragih, yang telah memenuhi undangan lisan dari Kepala Sekolah SD Negeri Marsilo terkait pendampingan pihak guru dalam upaya membujuk dua orang murid agar mau kembali bersekolah,” ujar AKP Edy Syahputra mengawali laporannya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 09 September 2026, mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, bertempat di Dusun Togahan, Nagori Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun.
“Kegiatan ini bermula dari permohonan lisan Kepala Sekolah SD Negeri Marsilo kepada Bhabinkamtibmas, untuk mendampingi pihak guru menemui orang tua dari dua murid yang telah lama tidak bersekolah, guna membujuk mereka agar mau kembali melanjutkan pendidikan”, ucap AKP Edy Syahputra.
Ia menerangkan, sebelum permohonan pendampingan tersebut disampaikan, pihak sekolah sebenarnya telah beberapa kali berupaya menghimbau kedua orang tua murid agar anak-anak mereka tidak sampai putus sekolah, namun belum membuahkan hasil.
“Pihak sekolah sebelumnya telah beberapa kali menghimbau kedua orang tua murid agar anaknya jangan sampai putus sekolah, namun himbauan tersebut belum membuahkan hasil, sehingga pihak sekolah kemudian meminta pendampingan dari Bhabinkamtibmas”, ungkap AKP Edy Syahputra.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap alasan yang melatarbelakangi kedua anak tidak lagi bersekolah.
Salah satu orang tua murid, yakni sang ibu, menjelaskan bahwa anaknya berhenti sekolah karena diminta menjaga dan membantu aktivitas ibunya yang mengalami kebutaan, sementara sang ayah bekerja serabutan sehingga tidak dapat mengantarkan anaknya ke sekolah.
“Salah satu orang tua murid menyampaikan bahwa anaknya tidak lagi bersekolah karena harus menjaga dan membantu aktivitas ibunya yang mengalami kebutaan, sementara ayahnya bekerja serabutan sehingga tidak dapat mengantarkan anaknya ke sekolah”, kata AKP Edy Syahputra.
Sementara itu, orang tua murid lainnya menyampaikan alasan berbeda, yakni perasaan malu karena anaknya sempat ketahuan mengambil uang atau barang milik temannya di sekolah, ditambah adanya perasaan tersinggung akibat penyampaian salah seorang guru kepada anak tersebut.
“Alasan orang tua murid berikutnya karena adanya perasaan malu akibat anaknya ketahuan mengambil uang atau barang milik temannya di sekolah, serta adanya rasa tersinggung akibat cara penyampaian salah seorang guru kepada anaknya, sehingga anak tersebut tidak lagi disekolahkan”, ujar AKP Edy Syahputra.
Menyikapi hal tersebut, pihak sekolah bersama Bhabinkamtibmas kemudian menyampaikan pesan-pesan persuasif kepada kedua orang tua murid, agar tetap mengupayakan pendidikan bagi anak – anak mereka dan tidak membiarkan anaknya putus sekolah, mengingat pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.
“Kami bersama pihak sekolah menyampaikan pesan-pesan kepada orang tua murid, agar tetap mengupayakan anaknya untuk bersekolah dan jangan sampai putus sekolah, mengingat pentingnya pendidikan bagi anak saat ini, terlebih segala kebutuhan sekolah telah dibiayai oleh negara dan pemerintah”, tegas AKP Edy Syahputra.
Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan secara humanis dan penuh kekeluargaan ini bertujuan agar orang tua murid dapat memahami pentingnya pendidikan tanpa merasa dihakimi atas kondisi yang mereka alami.
“Pendekatan yang kami lakukan bersifat humanis dan kekeluargaan, agar orang tua murid dapat memahami pentingnya pendidikan bagi anak, tanpa merasa dihakimi atas kondisi yang tengah mereka hadapi”, ungkap AKP Edy Syahputra.
Mengenai hasil yang dicapai, AKP Edy Syahputra menyampaikan kabar baik, di mana kedua orang tua murid akhirnya bersedia menerima saran dan masukan yang disampaikan, serta berkomitmen untuk kembali menyekolahkan anak-anak mereka.
“Alhamdulillah, hasil dari kegiatan ini, kedua orang tua murid menerima saran dan masukan yang disampaikan, dan menyatakan akan kembali menyekolahkan anak – anaknya”, pungkas AKP Edy Syahputra.
Dengan adanya kepedulian dan pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Silou Kahean ini, diharapkan dapat menjadi contoh nyata sinergi antara pihak sekolah dan kepolisian dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sekaligus mencegah terjadinya angka putus sekolah di wilayah hukum Polsek Silou Kahean.
Kegiatan ini turut mencerminkan semangat “Kerja Cerdas, Kerja Cepat, Kerja Tuntas” yang terus digaungkan jajaran Polres Simalungun dalam mendukung transformasi menuju Polri yang Presisi, sekaligus menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga turut peduli terhadap isu – isu sosial yang menyangkut masa depan generasi muda. ( HN ).







