Yogyakarta !!! Kompakonline.com — Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Syaiful Rizal, S.STP, menjadi salah satu narasumber aktif dalam Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026. Acara bergengsi skala nasional yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Rabu–Kamis (1–2/7/2026) itu diselenggarakan Lingkar Daerah Belajar (LDB) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, dengan tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada”.
Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) merupakan forum tahunan Lingkar Daerah Belajar yang bertujuan mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh penjuru Indonesia.
Fokus utamanya adalah percepatan transformasi pendidikan melalui kolaborasi daerah, pembangunan ekosistem pendidikan yang inklusif, serta berbagai praktik baik yang berpihak kepada anak.
Acara ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia, serta turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Wakil Menteri Dalam Negeri.
Keterlibatan Pematangsiantar di forum nasional ini tidak lepas dari kepemimpinan yang solid dan kolaboratif.
Delegasi resmi dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Syaiful Rizal, S.STP., didampingi jajaran strategisnya, yaitu Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar (Kabid PAUD Dikdas) serta Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Kabid PTK).
Partisipasi aktif yang berujung penghargaan ini berhasil terwujud berkat koordinasi intensif dan peran Erlina Anriani Siahaan, S.Pd., selaku koordinator Lingkar Daerah Belajar (LDB) Kota Pematangsiantar.
Syaiful menuturkan, dari dialog tersebut banyak gagasan yang dibawa pulang sebagai semangat untuk memajukan dan mendorong pendidikan di Kota Pematangsiantar yang lebih baik.
Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar tampil pada Kamis ( 02 / 07 / 2026 ), bertempat di Gedung Alumni UNY (Ruang Paralel 1 / Sesi Rembuk Daerah 5) dari pukul 08.20 hingga 09.50 Wib.
Dalam sesi interaktif tersebut, Kota Pematangsiantar bertukar perspektif secara dinamis dengan daerah lain seperti Kabupaten Jember, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Dharmasraya.
Mereka membagikan rumusan solusi inovatif dan pemanfaatan instrumen berbasis data seperti Rapor Pendidikan Daerah serta pemetaan awal terpadu untuk perencanaan program yang kontekstual.
Apresiasi berupa penghargaan sebagai narasumber aktif membuktikan inisiatif dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang berjalan di Kota Pematangsiantar diakui sebagai pembelajaran yang sangat berharga bagi daerah-daerah lain di Indonesia.
“Kami telah melakukan pemetaan mulai dari pemerataan dan kompetensi guru dan akan terus melakukan terobosan dengan mengkorelasikan kontekstual kondisi Pematangsiantar dengan program-program prioritas Kemendikdasmen”, tutur Syaiful di hadapan para peserta.
Ia juga menegaskan bahwa berbicara tentang pendidikan berarti berbicara tentang masa depan, dan ini tidak semata tugas dinas pendidikan, tetapi lintas sektor secara menyeluruh dan terpadu.
Dengan pencapaian gemilang di KPI 2026 ini, Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar bersama Lingkar Daerah Belajar berkomitmen untuk mengambil langkah kolaboratif lintas sektor yang terus diperkuat demi memastikan ekosistem pendidikan yang inklusif, berpihak pada anak, dan siap menyongsong masa depan yang jauh lebih cerah. ( HN ).







