Simalungun !!!!! Kompakonline.com – Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Agromadear yang terletak di Jalan Medan, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Tujuan sidak ini adalah untuk melihat langsung kondisi dan kinerja perusahaan daerah tersebut secara mendalam, Senin ( 12 / 01 / 2026 ).
Selama kunjungan, Wakil Bupati melakukan pemeriksaan menyeluruh yang mencakup berbagai aspek – mulai dari kondisi fisik kantor, fasilitas kamar mandi, hingga kelengkapan dokumen legalitas Perumda Agromadear.
Wakil Bupati menegaskan bahwa selama ini Perumda Agromadear belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Oleh karena itu, pembenahan internal dianggap sebagai keharusan yang tidak bisa ditunda, baik dari sisi manajemen, administrasi, maupun legalitas, agar perusahaan mampu menarik kepercayaan investor.
Direktur Utama Perumda Agromadear Tri Dharma Sipayung mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kendala internal di dalam perusahaan.
Ia menyebutkan bahwa di lingkungan kantor kerap terjadi kejadian kehilangan, sehingga diperlukan peningkatan pengamanan dan perbaikan tata kelola internal.
Meskipun demikian, Tri Dharma menjelaskan bahwa Perumda Agromadear telah melaksanakan beberapa kegiatan untuk masyarakat, salah satunya adalah program pasar murah keliling yang berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun.
Terkait rencana pengembangan jangka panjang, Tri Dharma memaparkan rencana pembangunan pasar induk di Jalan Asahan, tepatnya di lokasi GOR lama, yang direncanakan dimulai pada tahun 2026.
Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan luas bangunan mencapai 34.311 meter persegi.
Yang menarik, pembangunan pasar induk ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui skema kerja sama dengan investor selama 25 tahun.
Pasar induk ini dirancang untuk menampung sekitar 1.000 kios yang terbagi dalam tiga blok, terdiri dari bagian pasar kering dan pasar basah.
“Investor pada prinsipnya sudah setuju bekerja sama, namun mereka menunggu kelengkapan legalitas. Jika legalitas sudah lengkap, investor siap membangun”, ungkap Tri Dharma.
Tri Dharma juga menambahkan bahwa lahan di Batu 7, Jalan Asahan, telah diserahkan kepada Perumda Agromadear sebagai aset perusahaan, sehingga total luas aset perusahaan mencapai 6,5 hektare.
Namun demikian, situasi investasi di Kabupaten Simalungun saat ini membuat investor masih bersikap hati – hati.
Bahkan, Perumda Agromadear telah meminta arahan dari Pemerintah Provinsi, yang kemudian merekomendasikan agar rencana pembangunan pasar induk dimasukkan ke dalam skema investasi IPRO. Selain itu, persoalan kepengurusan juga menjadi perhatian, mengingat dari tiga orang pengurus yang dilantik, dua di antaranya telah mengundurkan diri.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menegaskan agar seluruh jajaran Perumda Agromadear segera membenahi kelembagaan, melengkapi legalitas, serta memperkuat manajemen agar rencana investasi dapat segera direalisasikan.
“Kalau ingin investor masuk, kita harus siap. Legalitas harus lengkap, manajemen harus rapi, dan kinerja harus jelas”, tegasnya.
Melalui sidak mendadak ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap Perumda Agromadear dapat bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang profesional, sehat, dan mampu memberikan kontribusi positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. ( HN ).







