Pematangsiantar !!! Kompakonline.com -Salah satu paduan suara asal Kota Pematangsiantar, Siantar Cantatum Choir (SCC) akan bertanding di festival paduan suara Samosir International Choir Competition (SICC) 2026, Kamis ( 24 / 09 / 2026 ).
Festival berlangsung selama 3 hari yakni tanggal 24 hingga 27 September 2026, sebagai rangkaian Calender of Event (CoE) Sumatera Utara.
Rombongan Siantar Cantatum Choir berangkat dari Halaman HKBP Suka Dame, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara.
Dalam wawancara, Konduktor Bernard Purba mengatakan bahwa Siantar Cantatum Choir mengikuti the first Samosir international choir competition serta membawakan dua buah lagu.
“Kami juga akan membawakan dua buah lagu langsung dan kami yaitu lagu dari Bali dan dari Malaysia. Siantar Cantatum Choir yang berdiri Desember Tahun 2024 diprakarsai oleh beberapa orang yang ingin membangun paduan suara di Kota Pematangsiantar”, katanya.
Bernard Purba juga mengatakan, Kota Pematangsiantatiantar yang kita kenal dengan banyak penyanyi-penyanyi handal.
“Di Pematangsiantar ini banyak penyanyi handal dan kita mau menyatukan persepsi di paduan suara ini. Harapan kedepannya, paduan suara makin berkembang dan semakin bersinar di Kota Pematangsiantar, baik itu secara general atau umum ataupun gereja atau di komunitas lain”, katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa Siantar Cantatum Choir diketuai oleh Ir. David Purba, dan sebagai Konduktor Bernard Purba, ada juga Dinton Siagian dan Jubelando Tambunan.
“SCC ini terdiri dari berbagai dedominasi gereja yang berkumpul setiap hari Minggu malam dan senin malam. Untuk persiapan kompetisi ini kami persiapkan diri selama kurang lebih lima bulan”, ungkapnya.
Bernard Purba menjelaskan bahwa SCC ini memang sudah pernah mengikuti beberapa kompetisi, baik di Medan dan di Siantar.
“Yang pertama, kemarin kita mendapat juara satu di kompetisi di Medan. Dan juga pada kompetisi di Medan, kita juga mendapat juara, juara tiga Gold Medal, kemarin terakhir diBagak Marnatal juga kita dapat Gold dan posisi ketiga juga”, katanya.
Selanjutnya, Pelatih Dinton Siagian mengatakan bahwa SCC merupakan wadah yang dibentuk dan menjadi tempat, berkumpulnya para penggiat – penggiat paduan suara yang masing-masing punya niat dan punya satu frekuensi.
“Kita katakanlah, talenta dalam hal bernyanyi terutama dalam hal paduan suara, jadi kita disini bukan hanya bernyanyi tapi kita juga disini dididik dan dibina. Kita tidak mau siantar ini ketinggalan dalam hal paduan suara, makanya kita selalu upgrade, kita selalu update pengetahuan tentang paduan suara, kita sering panggil pelatih dari medan atau dari mana saja untuk menambah wawasan kita dalam hal bernyanyi dan itu juga akan diimplementasikan juga di gereja masing – masing”, tukasnya.
Hal itu dilakukan agar ilmu yang dipelajari, juga dibagi di gereja masing – masing.
“Supaya Paduan Suara Siantar ini naik levelnya”, tandasnya. ( HN ).







