Pematangsiantar !!! Kompakonline.com – Sulit nya mencari Semen dan Harga Semen yang semakin melambung saat ini di kota Pematangsiantar di pertanyakan Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar yang juga Ketua MKGR Kota Pematangsiantar Ir. Daud Simanjuntak, MM kepada media saat di tanya Pendapat nya mengenai kenaikan harga Semen yang sangat tinggi di Kota Pematangsiantar di Kantor DPRD, Jumat (17/07/2026).
Dijelas kan Daud Simanjuntak, Kenaikan harga Semen saat ini sangat tinggi, hal ini perlu dipertanyakan kepada Produsen ataupun Distributor Semen, ada apa sebenarnya yang terjadi, jangan nanti nya di kait – kait kan dengan kelangkaan minyak dan kondisi perekonomian saat ini yang sesungguh nya tidak ada kaitannya, yang mengkambing hitam kan yang lain dengan melonjaknya harga Semen di kota Pematangsiantar ini.
Ditambahkan Daud Simanjuntak, kalau dalam hal kenaikan harga Semen ini ga segera di atasi Produsen ataupun Distributor, pihak nya berencana melaporkan hal ini ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta agar kenaikan harga Semen ini bisa segera diatasi karena semen sangat urgent saat ini di kota Pematangsiantar ini.
Dipaparkan Daud Simanjuntak, bahwa dirinya yang langsung turun ke Panglong tempat pembelian Semen juga menjadi korban dengan kenaikan harga Semen yang mana harga Semen Merdeka yang biasa nya harga nya 60 Ribu sudah menjadi 75 Ribu, itu pun kalau ada Semen di Panglong, “Ada apa sebenarnya ini, permainan apa ini, Jangan-jangan ada permainan produsen dengan pihak-pihak tertentu memanfaatkan kondisi ekonomi saat ini yang lagi tidak kondusif, ” beber Daud Simanjuntak dengan tegas.
Daud Simanjuntak menegaskan sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar dari Fraksi Golkar prihatin terhadap kondisi kenaikan harga Semen saat ini, yang mestinya tidak perlu terjadi di Kota Pematangsiantar kalau Produsen ataupun Distributor Semen menjalan kan tugas nya dengan baik, tidak memanfaat situasi ataupun kondisi perekonomian saat ini, ” ini mestinya tidak perlu terjadi kalau produsen ataupun Distributor menjalan kan fungsinya dengan baik, saya menduga ada permainan Mafia Semen ini, memanfaat kan kondisi, ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena masyarakat ataupun pengusaha sangat mengharapkan ketersediaan Semen di Siantar ini” Tegas Daud Simanjuntak yang merasa jengkel kondisi Semen yang langka. ( HN ).







