Pematangsiantar !!! Kompakonline.com -Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Ir. Daud Simanjuntak, MM menerima aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh GMKI Pematangsiantar – Simalungun di Halaman Kantor DPRD Pematangsiantar, Senin ( 23 / 06 / 2026 ) Pukul 12.00 Wib.
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk keprihatinan terhadap berbagai persoalan nasional dan daerah yang dinilai semakin membebani masyarakat. Aksi yang dilakukan mengusung tema “Reformasi Jilid II” dan menyoroti berbagai persoalan nasional yang dianggap semakin menekan kehidupan rakyat, mulai dari melemahnya ekonomi, hingga penyempitan ruang demokrasi.
GMKI Pematangsiantar-Simalungun menilai bahwa kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi tantangan serius. Pelemahan ekonomi, meningkatnya beban hidup masyarakat, polemik berbagai kebijakan nasional, hingga munculnya kekhawatiran terhadap kualitas demokrasi menjadi alasan kuat mahasiswa turun ke jalan menyampaikan aspirasi rakyat.
Dalam aksi tersebut, GMKI Cabang Pematangsiantar – Simalungun menyampaikan enam tuntutan nasional, yaitu:
1. Mendesak pemerintah untuk menghentikan dan mengaudit secara menyeluruh anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih(KDMP) guna memastikan transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran negara.
2. Memfokuskan penggunaan anggaran negara dalam membangun pendidikan dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik.
3. Mendesak pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah guna menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan kepastian ekonomi nasional.
4. Menolak dan mendesak pemerintah serta DPR untuk membatalkan Undang-Undang Polri yang dinilai berpotensi memperluas kewenangan aparat secara berlebihan dan mengancam ruang demokrasi.
5. Mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM jenis Pertamax yang dinilai semakin membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
6. Mendesak aparat negara untuk menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap masyarakat dan kelompok yang menyampaikan pendapat di muka umum sesuai amanat konstitusi.
Selain isu nasional, GMKI juga menyoroti berbagai persoalan di Kota Pematangsiantar yang membutuhkan perhatian serius dari Walikota Pematangsiantar yakni:
1. Mendesak Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama Aparat Penegak Hukum untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran Pasar Dwikora Parluasan secara transparan dan akuntabel.
2. Mendesak percepatan revitalisasi Pasar Dwikora Parluasan secara transparan serta menjamin perlindungan hak-hak pedagang yang terdampak kebakaran.
3. Mendesak Wali Kota Pematangsiantar untuk merealisasikan 13 program prioritas yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Diantaranya yaitu Pembangunan secara permanen gedung 4 Pasar Horas, revitalisasi Terminal Tanjung Pinggir dan TPA Tanjung Pinggir dan pembangunan gedung Stadion Sangnawaluh.
4. Mendesak Pemerintah Kota untuk membenahi pelayanan publik melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan berkualitas.
5. Mendesak adanya transparansi penggunaan APBD agar masyarakat dapat mengetahui arah dan manfaat penggunaan anggaran daerah.
6. Mendesak pemerintah untuk melakukan perbaikan infrastruktur publik yang masih menjadi keluhan masyarakat.
7. Mendesak pemerintah daerah menjalankan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat kecil.
Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Ir. Daud Simanjuntal, MM Saat menerima massa aksi ujuk rasa mengatakan akan menyampaikan kepada pimpinan dan akan dibahas di DPRD. ( HN ).







