Pematangsiantar !!! Kompakonline.com -Polsek Siantar Martoba Polres Pematangsiantar respon cepat laporan masyarakat dengan melakukan pengecekan terjadinya kebakaran satu unit rumah yang disewa Mbak Ramadhani (59) yang terletak di Jalan Rakutta Sembiring Kelurahan Pondok sayur Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar terbakar, Minggu ( 11 / 01 / 2026 ) sore sekira pukul 15.15 Wib.
Kapolseķ Sianțar Martoba AKP Martua Manik, SH, MH Mengatakan awalnya sekira pukul 14.40 Wib korban bersama suaminya Dede Erinza Sitorus (52) berada di dalam rumah tersebut. Dimana korban sedang mencuci pakaian menggunakan mesin cuci di dapur.
Selanjutnya sekira pukul 15.00 Wib suaminya Dede Erinza Sitorus pergi meninggalkan rumah sedangkan korban berada didalam kamar dan mesin cuci ditinggal dalam keadaan menyala.
Sekira pukul 15.15 Wib korban masih didalam kamar merasa kepanasan dan mencium aroma bau asap sehingga korban keluar dari dalam kamar dan melihat api sudah besar dari bagian dapur.
Lalu korban keluar dari rumah untuk meminta tolong kepada tetangga samping rumah. Sekira pukul 15.30 Wib petugas 5 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik pemko Pematangsiantar dan 1 unit milik STTC bersama BPBD Kota Pematangsiantar tiba dilokasi kemudian langsung menyemprotkan kobaran api.
Personil piket Polsek Siantar Martoba bersama piket Fungsi Polres Pematangsiantar melakukan pengamanan TKP yang sudah ramai warga.
Sekira pukul 16.30 Wib para petugas Damkar berhasil memadamkan kobaran api, PLN, sehingga para personil Polsek Sianțar Martoba dan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Pematangsiantar melakukan olah TKP.
Rumah ditempati korban tersebut disewa dari pemiliknya bernama Bonar Martua Siregar yang saat ini tinggal di Sidikalang Kabupaten Dairi.
Kapolsek menambahkan sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting karena pada saat korban berada di dalam kamar kondisi mesin cuci keadaan menyala atau sedang mencuci pakaian.
“Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut melainkan kerugian material ditaksir Rp100.000 (seratus juta rupiah)”, Pungkas AKP Martua. ( HN ).







